A. Comparative Degree
Comparative
degree digunakan ketika kita ingin membandingkan 2 hal atau 2 orang yang mana salah satunya lebih unggul (atau sebaliknya) daripada yang lainnya.
1. S + V + Adjective + er + than + S + V
2. S + V + more + adjective + than + S + V
· Contoh 1: “buku Ani lebih tebal daripada
buku Ina” -> Ani’s book is thicker than Ina’s book
Dari kalimat tersebut
kita bisa lihat bahwa ada 2 hal yang dibandingkan, yaitu: buku Ani dan buku
Ina, yang mana buku Ani lebih tebal daripada buku Ina. jika kata sifat pembandingnya hanya 1 suku kata (contoh diatas: -THICK-), maka kita bisa
menggunakan pola comparative degree yang pertama dengan cara: menambahkan akhiran ‘-er than’ seperti pada contoh satu
diatas: Ani’s book is thicker than Ina’s book
Contoh lain:
(SMALL) Hasan’s cat is smaller than Husein’s cat, (SLOW)
turtle is slower than rabbit.
· Contoh 2.1: Tegar lebih bahagia dari Tuti -> ‘Tegar
is happier than Tuti’
Contoh 2.2: Penulis lebih tampan daripada pembaca -> ‘the writer is more
handsome than the reader’
Bila kata pembandingnya
2 suku kata, maka sebagian bisa menggunakan akhiran -er than seperti pada contoh
2.1 diatas, dan sebagian lainnya bisa menggunakan more _____ than seperti
pada contoh 2.2 diatas
· Contoh 3: “Ina lebih rajin daripada Ani” ->
Ina is more dilligent than Ani
Dari kalimat tersebut
kita bisa melihat bahwa ada 2 orang yang dibandingkan, yaitu Ina dan Ani, yang
mana Ina lebih unggul (lebih rajin) dari pada Ani. Jika kata sifat pembandingnya 3 suku kata atau lebih (contoh diatas: – DI – LI – GENT –) maka
kita bisa menggunakan pola comparative degree yang kedua, yaitu dengan cara: menambahkan ‘more ______ than’
diantara kata sifat pembanding, seperti pada contoh dua diatas: Ina is more
diligent than Ani
Contoh lain:
(BEAU – TI – FUL) Trumia is more beautiful than
Tuti, (CRE – A – TIVE) Tuti is more creative than
Trumia
B.
Superlative Degree
Superlative
degree digunakan saat kita ingin menyatakan suatu hal yang paling unggul (atau sebaliknya) di
antara yang lainnya. Untuk penulisannya umumnya menggunakan pola berikut:
1. the + Adjective + est (atau)
2. the + most + adjective
Contoh 1: Zisa adalah
siswi paling pandai dikelasnya -> ‘Zisa is the smartest
student in her class’
Kalimat diatas
menyatakan hal yang paling unggul (paling pintar) diantara yang lainnya. (SMART)
hanya terdiri dari 1 suku kata,
maka tambahkan ‘the
____est’ untuk menmenyatakan superlative, seperti
pada conton 1 diatas, the smartest
Contoh lain:
(BRIGHT) ‘today is the brightest day in the week’,
(TALL) My uncle is the tallest person in
the family
Contoh 2: Fatih
adalah murid paling rajin dikelas -> ‘Fatih is the most
diligent student in the class’
Kalimat diatas
menyatakan hal yang paling unggul diantara yang lainnya (paling rajin). (DI –
LI – GENT) terdiri dari 3 suku kata, maka tambahkan ‘the most
_____' untuk menyatakan paling, seperti pada contoh diatas, the most diligent
Contoh lain:
(IN – TE – RES – TING) in my opinion, Action movie is the most interesting
movie.
No comments:
Post a Comment